Tak terasa kita sekarang sudah memasuki tahun baru. Padahal rasanya baru kemarin kita mengganti kalender tahun 2007. Tapi sekarang sudah diganti lagi dengan kalender tahun 2008.
Setiap perguliran waktu akan menjadi bijaksana jika kita bisa melakukan evaluasi terhadap apa yang sudah terjadi selama satu periode waktu yang sudah kita lewati.
Bukan untuk mencari siapa yang salah tapi mengambil hikmah untuk menjadi pelajaran melalui rentang waktu berikutnya.
Bagaimana kondisi anggaran bulanan anda, lebih sering surplus atau lebih banyak deficit?
Kalau masih sering devisit maka sudah saatnya mengevaluasi anggaran bulanan anda. Apakah karena rencana yang dibuat tidak realistis mengingat harga-harga sudah naik atau mungkin masih ada kebiasaan boros yang perlu ditekan. “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”(Qs.17:27)
Bagaimana konsistensi anda dalam menabung, apakah bisa menabung setiap bulan dengan jumlah yang sama atau naik?. Tetap menabung meskipun jumlahnya tidak tetap? Sesekali saja atau tidak menabung sama sekali?
Bagaimana bisa menabung jika pengeluaran banyak. Mungkin itu yang menjadi alasan banyak orang. Kita bisa belajar dari sebuah kisah dimana ada seorang yang sedang berpuasa pada hari yang sangat panas. Ketika ia ditanya, kenapa berpuasa dihari yang panas? Dengan enteng ia menjawab, aku berpuasa untuk hari yang lebih panas dari ini (akhirat). Sepanas apapun gurun pasir masih jauh lebih panas lagi di api neraka.
Jika kita merasa bahwa sekarang ini kebutuhan semakin banyak saja, percayalah keadaannya bisa lebih sulit lagi ke depan. Karena usia anak bertambah dan makin banyak kebutuhan serta makin naiknya harga-harga maka tidak ada salahnya memanfaatkan kondisi sekarang untuk bersiap menghadapi masa depan yang mungkin lebih sulit lagi.
“Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, membelanjakan uang secara sederhana dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga saat dia miskin dan membutuhkannya” (HR.Muslim & Ahmad).
Dimana anda menyimpan uang hasil kerja selama ini?
Jika anda mengivestasikannya mungkin sudah saatnya anda melakukan evaluasi pertumbuhannya.
Bagaiman persiapan dana cadangan untuk keperluan darurat.
Jika dana cadangan anda sekarang kurang dari 3 kali pengeluaran bulanan, mungkin anda ada baiknya berhati-hati dan mengalokasikan setoran tabungan rutin anda untuk mencukupi daba cadangan. Tapi kalau dana cadangan anda yang menganggur sampai lebih dari 12 kali pengeluaran bulanan. Anda juga perlu segera memindahkannya ke dalam investasi lain agar tidak termakan oleh inflasi.
Bagaiman dengan saldo utang anda?
Cek kembali saldo total utang anda dan bandingkan dengan total harta yang anda miliki. Jika jumlah utang anda lebih besar dari jumlah harta yang dimiliki, anda sudah berada di lampu merah. Stop berutang!
Di dalam harta yang kita miliki ada hak kaum dhuafa yang dititipkan Allah untuk ditunaikan dalam bentuk zakat dan sodaqoh. Sudahkah anda menunaiknnya?
Zakar harta wajib ditunaikan setelah dimiliki satu tahun. Hitung kembali neraca keuangan anda. Jika saldo harta anda bertambah banyak, artinya ada tambahan zakat yang harus dikeluarkan untuk tahun ini.
Zakat yang dialokasikan dengan baik pada mereka yang berhak akan mengurangi kesenjangan sosial dan menggulirkan roda ekonomi. Berkurangnya kesenjangan sosial ini diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran dan kriminalitas, terciptanya kondisi yang lebih baik untuk investasi dan berusaha. Zakat bukan kebutuhan keluarga dan kaum dhuafa tapi kebutuhan kita semua untuk menciptakan keseimbangan ekonomi.
Sumber Majalah Ummi, edisi 8/XVII/desember/2005

0 Response to "Evaluasi Keuangan di Awal Tahun"
Posting Komentar